Postingan

KECAMATAN DOLO BARAT

Gambar
  A. Geografi Wilayah Geografis Kec. Dolo Barat Merupakan Wilayah Persawahan dan Dataran Tinggi Perbukitan yang Terhampar di Kiri Kanan Jalan Poros Palu-Bangga, Terdiri dari 12 Desa,yaitu : -Desa Bobo : 18,18 Km" -Desa Mantikole : 12,54 Km" -Desa Pesaku : 4,43 Km" -Desa Balamoa : 17,10 Km" -Desa Rarampadende : 4,12 Km" -Desa Balumpewa : 10,76 Km" -Desa Kaleke : 10,53 Km" -Desa Pewunu : 3,26 Km" -Desa Kalukutinggu : 21,13 Km" -Desa Sibonu : 10,13 Km" -Desa Luku : 1,36 km" -Desa Balaroa Pewunu : 6,8 Km" B. Demografi  Jumlah Penduduk masing-masing Desa di Kec. Dolo Barat : -Desa Bobo : 1.177 Jiwa yang Tersebar di 6 RT terdiri dari 593 Lk dan 584 Pr -Desa Mantikole : 1.375 Jiwa yang tersebar di 11 RT terdiri dari 661 Lk dan 714 Pr -Desa Pesaku : 1.803 Jiwa yang tersebar di 11 RT terdiri dari 917 Lk dan 886 Pr -Desa Balamoa : 922 Jiwa yang tersebar di 8 RT terdiri dari 471 Lk dan 451 Pr -Desa Rarampadende : 2.098 Jiwa yang terseba...

Arti lambang Koperasi Desa Merah Putih Luku

Gambar
Arti logo Koperasi Desa Merah Putih Desa Luku dengan deskripsi ; 1. Bentuk Umum: Lingkaran: Melambangkan kebersamaan dan kesatuan warga desa dalam semangat koperasi. 2. Warna Utama: Merah dan Putih: Melambangkan semangat nasionalisme, keberanian (merah), dan kesucian/kejujuran (putih), sesuai nama “Merah Putih”. Hijau: Simbol pertanian dan kesejahteraan desa. Cokelat: Melambangkan tanah dan kekuatan desa sebagai daerah agraris. 3. Simbol-Simbol: Padi dan Kapas: Melambangkan kemakmuran dan keadilan sosial. Gigi Roda: Menunjukkan kegiatan ekonomi dan kerja sama antar anggota. Gunung dan Sungai: Melambangkan kondisi geografis Desa Luku yang subur dan alami. Bintang Kuning di Tengah: Simbol cita-cita luhur dan harapan akan masa depan cerah. Tulisan “Koperasi Desa Merah Putih” melingkar atas, dan “Desa Luku” melingkar bawah. 4. Slogan (di pita bawah): “Gotong Royong Menuju Sejahtera”

BPD Luku Inisiasi Pembentukan Karang Taruna “Simbar Jaya” di Kediaman Kepala Desa

Gambar
Desa Luku, 12 Mei 2025 — Dalam upaya mendorong partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Luku, Sadri , secara resmi menginisiasi pembentukan Karang Taruna "Simbar Jaya" Desa Luku . Pertemuan terbatas tersebut berlangsung di kediaman Kepala Desa Luku, Sakir , dan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa yang turut mendukung langkah ini. Turut hadir dalam pertemuan, Kaur Umum Friska, S.Pd., Kepala Dusun I Fahril , serta Ketua RT II Reski Febrian , yang masing-masing memberikan pandangan positif dan harapan besar terhadap peran pemuda dalam kemajuan desa. Dalam sambutannya, Sadri menyampaikan bahwa Karang Taruna merupakan wadah strategis untuk mengembangkan potensi generasi muda, khususnya dalam bidang sosial, kepemudaan, dan kewirausahaan. “Karang Taruna bukan hanya organisasi, tapi ruang belajar, berkarya, dan mengabdi. Kita ingin pemuda Desa Luku punya arah dan semangat membangun bersama,” ujarnya. Kepala Desa Sakir mengapresiasi ...

Lontara Datupamusu, Jejak yang Tak Terhapus

Gambar
Di antara helaian naskah tua yang dijaga dengan kehormatan, tertidur kisah agung, silsilah Raja Datupamusu, nama-nama yang tak sekadar disebut, melainkan ditulis dengan tinta sejarah dan darah perjuangan. Lontara itu bukan hanya dokumen, ia adalah saksi bisu yang tak bisa dibohongi, penjaga kebenaran yang tak dapat diputarbalikkan. Sebab sejarah bukan milik yang paling kuat suaranya, tetapi milik mereka yang jejaknya tertulis dalam keabadian. Di dalamnya, tertulis garis-garis keturunan, mengalir seperti sungai dari leluhur yang gagah, mengakar dalam bumi, menjulang dalam langit ingatan. Itulah trah Datupamusu, yang lahir dari adat, dibesarkan oleh nilai, dan diabadikan oleh pena suci lontara. Tak akan ada yang bisa menghapusnya, tak satu tangan pun dapat mengubah susunannya. Karena sejarah sejati tak tergantung pada kata, melainkan pada bukti dan lontara adalah bukti itu. Maka biarlah dunia berubah, namun naskah itu tetap berdiri sebagai penjaga nama, pengingat bahwa darah Datupamusu b...

Tagunu Datupamusu dan Perjalanan Pulang yang Menantang

Gambar
Tagunu Datupamusu adalah putra dari Datupamusu, seorang tokoh penting dalam pergerakan Sarekat Islam (SI) di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, pada awal abad ke-20. Pada Desember 1917, Datupamusu ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda dengan tuduhan mendirikan organisasi gelap dan menghasut rakyat untuk memberontak. Akibatnya, ia diasingkan ke Ternate selama sekitar 9,5 tahun. Dalam masa pembuangan ini, Datupamusu membawa serta anaknya, Tagunu, yang saat itu berusia sekitar 12 tahun. Setelah Datupamusu diasingkan, kepemimpinan SI di wilayah tersebut dilanjutkan oleh tokoh-tokoh lain, meskipun mereka juga menghadapi penangkapan dan pengasingan oleh pemerintah kolonial. Setelah kembali dari pengasingan pada tahun 1926, Datupamusu kembali aktif dalam pergerakan SI yang kemudian berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). A. Perjalanan Pulang   Angin laut berhembus kencang di Pelabuhan Ternate (tepatnya di Tobelo) saat Tagunu menatap gelombang yang bergulung di k...

Dewan Adat Kabupaten Sigi Audiensi dengan DPRD, Sepakati Revisi Perda dan Penguatan Lembaga Adat

Gambar
  Sigi, 18 Maret 2025 – Dewan Adat Kabupaten Sigi, yang diketuai oleh Drs. H. Aries Singi, M.Si., menggelar audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Minhar Tjeho, S.Ag., M.H., di Kantor DPRD Sigi, Bora, Selasa (18/3). Audiensi ini juga dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Sigi, di antaranya H. Azhar H. Nontji dari PKB, Hj. Nursia Syamsu, S.Pd., M.M. dari Partai Gerindra, dan Abdul Rifai Arif, S.P. dari PKS, Dahyar S. Repadjori, S.Sos,. dari Partai Demokrat, Enos, A.Ma. dari PDIP, Candra dari Partai Nasdem. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait kebijakan adat di Kabupaten Sigi dibahas dan disepakati, di antaranya:   1. Revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang adat, guna menyesuaikan aturan dengan perkembangan sosial dan kebutuhan masyarakat adat.   2. Program "Kamisi No Ada", sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan serta menjaga adat dan budaya lokal.   3. Perda tentang keseragaman atribut, bagi lembaga adat, majelis adat, dan Dewa...

Makna Logo Dewan Adat Kabupaten Sigi

Gambar
Dewan Adat Kabupaten Sigi memiliki logo yang sarat makna, mencerminkan kearifan lokal serta nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Sigi. Berikut adalah penjelasan simbol-simbol dalam logo tersebut:   1. Bintang  Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa serta keberagaman agama yang dirangkul dalam lima keadatan di Kabupaten Sigi.   2. Tombak  Berdiri tegak lurus sebagai simbol penghormatan terhadap tiga unsur utama, yaitu adat istiadat, agama, dan pemerintah.   3. Payung  Menjadi lambang kebesaran bagi lima keadatan yang ada di Kabupaten Sigi.   4. Guma   Senjata khas Suku Kaili yang melambangkan perlindungan dan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.   5. Taiganja   Sebagai lambang adat istiadat yang berada di bawah naungan payung kebesaran lima keadatan.   6. Dulang (Dula Polangga)   Dipakai sebagai tanda dimulainya pembahasan dalam setiap pertemuan adat untuk mencapai mufak...