Postingan

Lontara Datupamusu, Jejak yang Tak Terhapus

Gambar
Di antara helaian naskah tua yang dijaga dengan kehormatan, tertidur kisah agung, silsilah Raja Datupamusu, nama-nama yang tak sekadar disebut, melainkan ditulis dengan tinta sejarah dan darah perjuangan. Lontara itu bukan hanya dokumen, ia adalah saksi bisu yang tak bisa dibohongi, penjaga kebenaran yang tak dapat diputarbalikkan. Sebab sejarah bukan milik yang paling kuat suaranya, tetapi milik mereka yang jejaknya tertulis dalam keabadian. Di dalamnya, tertulis garis-garis keturunan, mengalir seperti sungai dari leluhur yang gagah, mengakar dalam bumi, menjulang dalam langit ingatan. Itulah trah Datupamusu, yang lahir dari adat, dibesarkan oleh nilai, dan diabadikan oleh pena suci lontara. Tak akan ada yang bisa menghapusnya, tak satu tangan pun dapat mengubah susunannya. Karena sejarah sejati tak tergantung pada kata, melainkan pada bukti dan lontara adalah bukti itu. Maka biarlah dunia berubah, namun naskah itu tetap berdiri sebagai penjaga nama, pengingat bahwa darah Datupamusu b...

Tagunu Datupamusu dan Perjalanan Pulang yang Menantang

Gambar
Tagunu Datupamusu adalah putra dari Datupamusu, seorang tokoh penting dalam pergerakan Sarekat Islam (SI) di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, pada awal abad ke-20. Pada Desember 1917, Datupamusu ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda dengan tuduhan mendirikan organisasi gelap dan menghasut rakyat untuk memberontak. Akibatnya, ia diasingkan ke Ternate selama sekitar 9,5 tahun. Dalam masa pembuangan ini, Datupamusu membawa serta anaknya, Tagunu, yang saat itu berusia sekitar 12 tahun. Setelah Datupamusu diasingkan, kepemimpinan SI di wilayah tersebut dilanjutkan oleh tokoh-tokoh lain, meskipun mereka juga menghadapi penangkapan dan pengasingan oleh pemerintah kolonial. Setelah kembali dari pengasingan pada tahun 1926, Datupamusu kembali aktif dalam pergerakan SI yang kemudian berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). A. Perjalanan Pulang   Angin laut berhembus kencang di Pelabuhan Ternate (tepatnya di Tobelo) saat Tagunu menatap gelombang yang bergulung di k...

Dewan Adat Kabupaten Sigi Audiensi dengan DPRD, Sepakati Revisi Perda dan Penguatan Lembaga Adat

Gambar
  Sigi, 18 Maret 2025 – Dewan Adat Kabupaten Sigi, yang diketuai oleh Drs. H. Aries Singi, M.Si., menggelar audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Minhar Tjeho, S.Ag., M.H., di Kantor DPRD Sigi, Bora, Selasa (18/3). Audiensi ini juga dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Sigi, di antaranya H. Azhar H. Nontji dari PKB, Hj. Nursia Syamsu, S.Pd., M.M. dari Partai Gerindra, dan Abdul Rifai Arif, S.P. dari PKS, Dahyar S. Repadjori, S.Sos,. dari Partai Demokrat, Enos, A.Ma. dari PDIP, Candra dari Partai Nasdem. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait kebijakan adat di Kabupaten Sigi dibahas dan disepakati, di antaranya:   1. Revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang adat, guna menyesuaikan aturan dengan perkembangan sosial dan kebutuhan masyarakat adat.   2. Program "Kamisi No Ada", sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan serta menjaga adat dan budaya lokal.   3. Perda tentang keseragaman atribut, bagi lembaga adat, majelis adat, dan Dewa...

Makna Logo Dewan Adat Kabupaten Sigi

Gambar
Dewan Adat Kabupaten Sigi memiliki logo yang sarat makna, mencerminkan kearifan lokal serta nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Sigi. Berikut adalah penjelasan simbol-simbol dalam logo tersebut:   1. Bintang  Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa serta keberagaman agama yang dirangkul dalam lima keadatan di Kabupaten Sigi.   2. Tombak  Berdiri tegak lurus sebagai simbol penghormatan terhadap tiga unsur utama, yaitu adat istiadat, agama, dan pemerintah.   3. Payung  Menjadi lambang kebesaran bagi lima keadatan yang ada di Kabupaten Sigi.   4. Guma   Senjata khas Suku Kaili yang melambangkan perlindungan dan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.   5. Taiganja   Sebagai lambang adat istiadat yang berada di bawah naungan payung kebesaran lima keadatan.   6. Dulang (Dula Polangga)   Dipakai sebagai tanda dimulainya pembahasan dalam setiap pertemuan adat untuk mencapai mufak...

Silaturahmi Dewan Adat Kabupaten Sigi dengan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Bahas Penguatan Struktur Adat

Gambar
  Sigi, 6 Maret 2025 – Dewan Adat Kabupaten Sigi menggelar silaturahmi dengan Bupati Sigi terpilih, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., dan Wakil Bupati Dr. Samuel Yansen Pongi, S.E., M.Si., di kediaman Bupati Sigi di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kamis (6/3). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Adat Kabupaten Sigi, Drs. Aries Singi, M.Si., dengan agenda utama membahas berbagai isu strategis terkait adat dan budaya di Kabupaten Sigi.   Dalam pertemuan tersebut, Dewan Adat menyampaikan pentingnya penguatan struktur organisasi adat, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa. Majelis Adat Kecamatan dan Lembaga Adat Desa menjadi bagian yang turut dibahas, mengingat peran strategisnya dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta menyelesaikan berbagai permasalahan sosial berbasis adat di masyarakat.   Selain itu, salah satu topik utama yang mendapat perhatian adalah pembangunan Sekretariat Dewan Adat Kabupaten Sigi. Sekretariat ini diharapk...

Prosesi Adat Balia di Desa Binangga: Ritual Penyembuhan Tradisional

Gambar
  Binangga, 24 Februari 2025 – Prosesi Adat Balia, sebuah ritual penyembuhan tradisional yang dipercaya dapat mengobati penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh medis, telah sukses dilaksanakan di Desa Binangga, Kabupaten Sigi. Acara ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 20 hingga 23 Februari 2025, dan dihadiri oleh pemerintah setempat serta pemangku adat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi. Prosesi Adat Balia merupakan warisan budaya masyarakat Kaili yang masih tetap dijaga hingga saat ini. Ritual ini dipimpin oleh seorang manuru, yakni pemimpin upacara yang memiliki kemampuan spiritual dalam menjalankan prosesi penyembuhan. Dalam prosesi ini, berbagai instrumen musik tradisional seperti lalove (seruling bambu khas Kaili), gimba (gendang besar), dan gambusu (alat musik petik khas Sulawesi Tengah) turut dimainkan untuk mengiringi jalannya ritual. Salah satu bagian menarik dari prosesi ini adalah kehadiran topotaro, yaitu para pelaku adat yang mengelilingi manuru sela...

Prosesi Adat No Raa Binangga, Tradisi Suku Kaili Memohon Kelimpahan Air

Gambar
Palu, 19 Februari 2025 – Masyarakat Suku Kaili di Kelurahan Kawatuna kembali menggelar prosesi adat "No Raa Binangga", sebuah tradisi sakral yang bertujuan memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar menganugerahkan kelimpahan air bagi kehidupan. Upacara yang dipimpin oleh pemangku adat ini dihadiri oleh perwakilan adat dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi, serta jajaran pemerintah setempat. Prosesi "No Raa Binangga" merupakan warisan leluhur yang telah dijaga turun-temurun oleh masyarakat Kaili. Dalam ritual ini, para pemangku adat melantunkan doa-doa dan melakukan serangkaian prosesi khusus yang melambangkan harapan akan keberkahan dan kesuburan tanah. Air dianggap sebagai sumber kehidupan, sehingga permohonan akan kelimpahan air memiliki makna mendalam bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Acara ini diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat dan tokoh agama, dilanjutkan dengan prosesi adat yang mencakup penyampaian harapan serta simb...